10 Kepala Sekolah Menggunakan Masker dalam Tradisi Indonesia

Category: Uncategorized | No comments

Topeng telah berkembang menjadi salah satu dari banyak jenis ekspresi tertua yang pernah diciptakan oleh peradaban manusia. Di sebagian besar masyarakat di dunia, topeng memainkan posisi penting dalam berbagai sisi kehidupan yang mempertahankan nilai magis dan sakral. di Indonesia, topeng sudah ada sejak zaman prasejarah.

Ini banyak digunakan dalam tarian topeng yang mengubah bagian dari upacara konvensional atau menceritakan kembali kisah-kisah bersejarah para leluhur.

Di beberapa suku, topeng tetap menghiasi berbagai macam karya seni dan disesuaikan secara teratur. Beberapa topeng di Indonesia juga digunakan sebagai ornamen di dalam rumah atau di luar rumah. Lebih besar dari kemampuan ini, topeng juga digunakan dalam beberapa aksi budaya. Di bawah ini tercantum menggunakan topeng dalam Tradisi Indonesia.

Efisiensi Si Gale-Gale

Di Tapanuli, efisiensi topeng dapat digunakan dalam cerita rakyat tentang kisah raja dan ratu karena hilangnya nyawa putra kesayangan mereka. Di sini, topeng menentukan terdiri dari sepasang perempuan dan laki-laki.

Dimensi topeng cukup untuk menutupi wajah. Dimanfaatkan dalam jenis tarian dengan tetabuhan tanpa dialog tertentu. Tetabuhan adalah sejenis yang identik dengan Gamelan yang berasal dari Tapanuli.

Ini dikenal sebagai si Gale-gale, yang menyiratkan cahaya adalah patung manusia berbentuk piket seseorang, seorang anak muda dalam dimensi dekat-alami, disesuaikan dengan kostum Batak konvensional. Setiap bagian dari fisiknya diberikan sendi dan tali agar seorang individu (dalang) dengan iringan “drum” dapat memainkannya untuk tindakan seorang pria muda yang tampaknya masih hidup.

Gundala-Gundala

Tetap di suku Batak, topeng konvensional, namun digunakan oleh banyak orang di beberapa desa Karo: Sukanalu, Juma Padang, Guru Singa, Siberaya, Kubu Calia dan Lingga.

Di Karo, efisiensi topeng terbukti pada hari libur nasional bersama dengan upacara konvensional dan kacamata orang-orang akademis. Berfungsi untuk upacara penolakan, menabur benih, dan menyambut para pengunjung yang baik, itu dilakukan dengan cara komedi tanpa dialog.

Peserta terdiri dari 5 orang yang bertindak sebagai: raja / komandan, permaisuri, putri menantu, dan musuh (genda-gendi fowl).

Tari Topeng Cirebon

Topeng berarti topeng dalam bahasa Indonesia. Tarian Topeng Cirebon adalah salah satu tarian konvensional yang berkembang di ruang Sunda Jawa Barat menutupi dunia Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Cimahi, Bandung, dan Cianjur).

Sesuai dengan cerita rakyat yang sedang naik daun, Tari Topeng yang diciptakan oleh sultan Cirebon cukup terkenal, khususnya Sunan Gunung Jati. Tarian Topeng Cirebon dapat dikategorikan menjadi 5 karakter topeng utama yang sangat berbeda, khususnya: topeng Panji, Samba, Rumyang, Tumenggung, dan Kelana. Setiap topeng memiliki sifatnya sendiri yang memberikan beberapa nilai bermanfaat.

Tari Topeng dari Betawi

Tarian Topeng dari Betawi, isyarat yang digunakan kuat dan ceria. Biasanya, tarian ini disertai dengan perangkat musik konvensional yang sebanding dengan rebab, kromong tiga, drum besar, kulanter, kempul, kecrek dan gong buyung.

Alhasil tarian ini bersifat teatrikal dan memiliki bahan komunikasi melalui gerakan, umumnya Tari Topeng Betawi memiliki tema raksasa di setiap hadir. Tema yang digunakan adalah kritik sosial kemiskinan dalam interval kolonial. Umumnya itu hanya menyajikan lelucon. (Belajar tambahan: Atraksi di Jakarta)

Reog Ponorogo

Topeng Harimau dan Bulu Merak terdengar berkenalan dengan Anda. Ya, secara umum dikenal sebagai “Reog Ponorogo”. Karya seni ini dapat menjadi salah satu dari banyak seni budaya Indonesia yang diakui oleh UNESCO secara internasional.

Reog adalah salah satu seni budaya yang berasal dari Jawa Timur ke barat laut dan Ponorogo diperhitungkan sebagai kota rumah Reog yang sebenarnya. Gerbang metropolis Ponorogo yang dihiasi oleh tokoh-tokoh Warok dan Gemblak, dua tokoh yang muncul setiap saat dilakukan reog.

Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia dengan psikoterapi mistis dan kuat. Beberapa tokoh di Reog Ponorogo sebanding dengan Barongan, Bujang Ganong, dan Klono Sewandono akan menggunakan topeng agensi yang memiliki sifat kuat. (Pelajari tambahan: Tari Reog Ponorogo)

Tarian Hudoq

Tarian Hudoq adalah tarian standar jap Kalimantan yang memanfaatkan topeng yang disalin dari beberapa tokoh yang sebanding dengan hewan, leluhur dan dewa. Tarian ini sering dilakukan pada pembukaan lahan pertanian atau setelah menanam padi dalam subjek.

Sesuai dengan kepercayaan masing-masing individu, khususnya individu Dayak, tarian ini adalah sebuah petisi ritual kepada Tuhan untuk menawarkan hasil akhir yang lumayan untuk pertaniannya.

Para penari mengenakan topeng karena perwujudan hewan atau hama yang dianggap merusak vegetasi sebanding dengan, tikus, gagak, monyet, babi dan lain-lain. Selain itu mungkin ada juga topeng yang melambangkan elang yang dianggap menjaga dan menjaga hasil panen orang Dayak. Selain itu mungkin ada topeng manusia yang dilambangkan karena leluhurnya.

Topeng Bali

Tarian Topeng Bali adalah sesi drama dari tarian Bali konvensional. Selain dilakukan sebagai hadiah rekreasi, mungkin ada jenis tarian Topeng untuk memperkaya upacara spiritual.

Topeng yang digunakan tentu salah satu jenis topeng Bali. Salah satu dari banyak tarian Topeng yang tampil di setiap frasa adalah tarian Topeng Tua, yang juga dikenal sebagai tari Werda Lumaku. Topeng tari tua termasuk penari dalam tren yang mengesankan dan membawa topeng kayu dari kayu kenanga. Dari pandangan, sangat mungkin terlihat bahwa peran karakter sebagai manusia sebelumnya.

Wayang Wong Yogyakarta

Wayang Wong adalah efisiensi dari wayang yang digulirkan oleh beberapa orang memanfaatkan kisah Ramayana atau Mahabarata. Ini dibuat oleh Hamengku Bhuwono I (1755-1792, beberapa karakter wayang untuk posisi kera dan raksasa disesuaikan dengan pemanfaatan topeng, sedangkan untuk satria dan tokoh feminin tidak mengenakan topeng apa pun.

Di Gedog punakawan, posisi Pentul dan Tembem memakai topeng setengah wajah, untuk memungkinkan mereka berdialog dengan bebas tanpa mengangkat topeng. Padahal dalam cerita Panji, para gamer mengenakan topeng dengan merentangkannya. Sehingga gamer dapat mengucapkan dialog dengan benar.

Menggunakan Masker Madura

Topeng Madura terdiri dari dua varietas, dimensi utama telapak tangan, dan yang kedua lebih besar. Topeng jenis ini sama sekali tidak menutupi wajah penari, terutama dagu, agar gerakan dagu tidak dapat disembunyikan, namun itu benar-benar memberikan dampak estetika pribadi.Topeng semacam ini sering digunakan dalam Tari Dalang Topeng.

Garis besar karakter pada topeng yang digunakan dalam tari Topeng Dalang mungkin sangat terlihat pada bentuk wajah dan tampilan pilihan warna. Warna putih untuk karakter tipe, warna ungu untuk karakter yang tenang dan penuh cinta, hitam untuk pengetahuan yang cerdas dan jelas dari nafsu duniawi (seperti karena karakter boneka Krisna).

Topeng Malang

Topeng Malang adalah karya seni tari dari Malang, Jawa Timur. Tari Topeng Malangan bisa menjadi sangat khas karena merupakan hasil perpaduan antara tradisi Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur (Blambangan dan Osing).
Terutama, aksi gerak tari terdiri dari cuaca kekayaan dinamis dan musik dari etnis Jawa, Madura, dan Bali. Tarian Topeng Malangan adalah sebuah wisata budaya di yang diperkirakan tampak pada awal abad ke-20, kemudian menyebar luas melalui perjuangan kemerdekaan.

Tarian Topeng Malangan adalah logo untuk sifat manusia. Itulah sebabnya banyak mode topeng menggambarkan kondisi yang sama sekali berbeda, sebanding dengan menangis, tertawa, tidak bahagia, malu, dan sebagainya.
Ini adalah prinsip penggunaan topeng di Indonesia. Selain mengandung nilai karya seni, topeng juga memiliki beberapa pertunjukan budaya yang belum Anda identifikasi sebelumnya. Jika Anda pergi ke Indonesia, Anda mungkin bisa menyampaikannya sebagai kenang-kenangan yang akan memperindah rumah Anda dengan luar biasa.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>